jam


Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/12/widget-clock-islami-allahuakbar.html#ixzz2h9I38aO3

berta

Pages

Senin, 18 November 2013

PAHLAWAN NEGERI KU



 PAHLAWAN NEGERI KU

Sorot mata yang tajam dengan pandangan yang penuh makna, berdiri di bawah teriknya sinar matahari. Badan tegap terbalut kain loreng yang setiap hari menjalankan tugas nya, dan tak di hiraukan dengan dinginnya air hujan serta panasnya terik sinar matahari yang membakar kulitnya. Semua itu dilakukan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab dalam mengabdi pada negara dan berjuang untuk menjaga keamanan dan pertahanan NKRI.
Pemuda yang lahir di Binjai,09 April 1970 adalah anak ke-2 dari enam bersaudara yang lahir dari pasangan Muhammad tahir dan Poniah.Pemuda ini bernama Suriono, beliau menyukai warna hijau dan mempunyai segudang prestasi dalam berbagai bidang, baik dalam pendidikan maupun pekerjaannya. Beliau sejak kecil memang sudah memiliki cita-cita menjadi seseorang yang berguna bagi bangsa dan negara yakni TNI. Berkat dukungan motivasi maupun doa dari orang tua serta tekat yang kuat dari beliau, maka tercapailah cita-cita yang telah di impikan sejak kecil. Beliau di angkat jadi TNI pada tanggal 19 april 1991 dan menikah dengan seorang perempuan yang bernama sumiati pada tanggal 20 Desember 1996. Setelah beberapa tahun beliau di karuniai anak dua yang semuanya laki-laki. Pemuda yang mempunyai mottto hidup “tidak kenal menyerah” ini sangat menyukai olahraga sepak bola dan salah satu dari saudara saya, lebih tepatnya om saya.J
Dalam pekerjaannya beliau berpangkat sebagai Serda(sersan dua), beliau bertugas di koramil 05 Buay Madang. Di kantornya beliau menjabat sebagai babinsa (bintara pembina desa), yang beranggota 29 personil. Beliau pernah bertugas di Ambon dalam satuan tugas horizontal yang bertujuan untuk mendamaikan perang antar agama yakni agama katolik dan agama islam. Beliau di sana hampir setengah tahun, akan tetapi tugasnya di perpanjang menjadi 10 bulan. Di sana beliau mempunyai pengalaman  yang tak terlupakan, yakni pada suatu hari di pinggir pantai saya dan rekan saya mengadakan patroli. Tiba-tiba datanglah seorang ibu menghampiri dan melaporkan ada suatu benda yang mencurigakan. Ibu itu berkata: pak, di pinggir pantai sana ada bom! Segeralah saya dan rekan saya menuju tempat yang di maksudkan. Ternyata memang benar bahwa di sana memang ada benda tersebut yang terbungkus plastik hitam. Setelah di cek memang benar itu ada sebuah alat peledak, alat tersebut terhubung dengan kabel merah dan putih. Saya dan rekan saya membuka dan setelah itu membawanya ke pos kantor pusat dengan menggunakan sebatang kayu dengan panjang 3-4 meter. Setelah kejadian tersebut saya mendapatkan kesan yang takkan terlupakan dalam seumur hidup kami, kesan itu ialah pengorbanan untuk negra yang sangat mempertaruhkan nyawa dan keluarga.di situlah kami menemukan maknanya dalam bertugas menjaga keamanan serta keutuhan bangsa.
Selain itu beliau juga pernah bertugas sebagai TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) untuk membangun jalan desa, membangun poskamling, merenovasi masjid atau mushola  dan membuat mck warga.Sekilas informasi tentang TNI dalam pangkat-pangkat dalam bertugas yaitu:

 Golongan 1             : prada(prajurit dua), pratu(prajurit satu), praka(prajurit kepala),  kopda(kopral   dua),koptu(kopral satu), kopka(kopral kepala). 
Golongan 2              : serda(sersan dua), sertu(sersan satu), serka(sersan kepala), serama(sersanmayor),pelda(pembantu letnan dua), peltu(pembantu letna satu). 
Golongan 3 & 4  : letda(letnan dua), lettu(letnan satu),kapten,mayor,letkol(letnal kolonel),kolonel,brigjen(brigadir jenderal),mayjen(mayor jenderal), letjen


Itulah informasi serta biodata tentang pahlawan masa kini, yang memperjuangkan atau mempertaruhkan  nyawa demi mengabdi pada negeri dan menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI. Pesan dari Serda Suriono yakni: jaga kesatuan dan persatuan serta jangan mudah terprofokasi ataupun teradu domba.

  Foto bersama keluarga besar Serda Suriono