Sorot mata yang tajam dengan pandangan
yang penuh makna, berdiri di bawah teriknya sinar matahari. Badan tegap
terbalut kain loreng yang setiap hari menjalankan tugas nya, dan tak di
hiraukan dengan dinginnya air hujan serta panasnya terik sinar matahari yang
membakar kulitnya. Semua itu dilakukan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab
dalam mengabdi pada negara dan berjuang untuk menjaga keamanan dan pertahanan
NKRI.
Pemuda yang lahir di Binjai,09 April
1970 adalah anak ke-2 dari enam bersaudara yang lahir dari pasangan Muhammad
tahir dan Poniah.Pemuda ini bernama Suriono, beliau menyukai warna hijau dan mempunyai
segudang prestasi dalam berbagai bidang, baik dalam pendidikan maupun
pekerjaannya. Beliau sejak kecil memang sudah memiliki cita-cita menjadi seseorang
yang berguna bagi bangsa dan negara yakni TNI. Berkat dukungan motivasi maupun
doa dari orang tua serta tekat yang kuat dari beliau, maka tercapailah
cita-cita yang telah di impikan sejak kecil. Beliau di angkat jadi TNI pada
tanggal 19 april 1991 dan menikah dengan seorang perempuan yang bernama sumiati
pada tanggal 20 Desember 1996. Setelah beberapa tahun beliau di karuniai anak
dua yang semuanya laki-laki. Pemuda yang mempunyai mottto hidup “tidak kenal
menyerah” ini sangat menyukai olahraga sepak bola dan salah satu dari saudara
saya, lebih tepatnya om saya.J
Dalam pekerjaannya beliau berpangkat
sebagai Serda(sersan dua), beliau bertugas di koramil 05 Buay Madang. Di
kantornya beliau menjabat sebagai babinsa (bintara pembina desa), yang beranggota
29 personil. Beliau pernah bertugas di Ambon dalam satuan tugas horizontal yang
bertujuan untuk mendamaikan perang antar agama yakni agama katolik dan agama
islam. Beliau di sana hampir setengah tahun, akan tetapi tugasnya di perpanjang
menjadi 10 bulan. Di sana beliau mempunyai pengalaman yang tak terlupakan, yakni pada suatu hari di
pinggir pantai saya dan rekan saya mengadakan patroli. Tiba-tiba datanglah
seorang ibu menghampiri dan melaporkan ada suatu benda yang mencurigakan. Ibu
itu berkata: pak, di pinggir pantai sana ada bom! Segeralah saya dan rekan saya
menuju tempat yang di maksudkan. Ternyata memang benar bahwa di sana memang ada
benda tersebut yang terbungkus plastik hitam. Setelah di cek memang benar itu ada
sebuah alat peledak, alat tersebut terhubung dengan kabel merah dan putih. Saya
dan rekan saya membuka dan setelah itu membawanya ke pos kantor pusat dengan menggunakan
sebatang kayu dengan panjang 3-4 meter. Setelah kejadian tersebut saya
mendapatkan kesan yang takkan terlupakan dalam seumur hidup kami, kesan itu
ialah pengorbanan untuk negra yang sangat mempertaruhkan nyawa dan keluarga.di
situlah kami menemukan maknanya dalam bertugas menjaga keamanan serta keutuhan
bangsa.
Selain itu beliau juga pernah bertugas
sebagai TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) untuk membangun jalan desa,
membangun poskamling, merenovasi masjid atau mushola dan membuat mck warga.Sekilas informasi
tentang TNI dalam pangkat-pangkat dalam bertugas yaitu:
Golongan 1 : prada(prajurit dua), pratu(prajurit satu), praka(prajurit kepala), kopda(kopral dua),koptu(kopral satu), kopka(kopral kepala).
Golongan
2 : serda(sersan dua), sertu(sersan satu), serka(sersan kepala), serama(sersanmayor),pelda(pembantu letnan dua), peltu(pembantu letna satu).
Golongan
3 & 4 : letda(letnan dua), lettu(letnan satu),kapten,mayor,letkol(letnal kolonel),kolonel,brigjen(brigadir jenderal),mayjen(mayor jenderal),
letjen
Foto bersama keluarga besar Serda Suriono

